Archive for Maret 2013

Attributed Charisma (1)

Anda pasti pernah berjumpa dengan seseorang yang luar biasa pengaruhnya pada orang di sekelilingnya? Ketika dia berbicara, semua orang mendengarkannya. Ketika ia bertindak semua orang mengikutinya. Jika ada pemilihan ketua atau penunjukan pemimpin dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan orang tersebut akan mengantongi mayoritas suara, dan akhirnya terpilih menjadi pemimpin.

Orang tersebut sering kita definisikan sebagai orang yang kharismatik. Menurut kamus Oxford, charisma berarti kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang untuk menginspirasi dan menarik orang lain. Ia juga merupakan anugerah luar biasa bagi seseorang, sehingga dengan sendirinya orang merasa ada sesuatu yang luar biasa pada diri orang ini.

Tapi, percayakah Anda bahwa semua hal di dunia ini bisa dipelajari, termasuk bagaimana menjadi orang yang karismatik? Walaupun mungkin memang tidak mudah.

Menjadi seorang yang karismatik dimulai dari mengubah pola pikir, lalu diikuti dengan mengubah kebiasaan. Menurut Stephen Covey, pada awalnya kita membentuk kebiasaan, tapi lama kelamaan kebiasaanlah yang akan membentuk kita sehingga menjadi ciri-ciri bagi kita.

Sekarang mari kita pelajari apa saja ciri-ciri orang yang karismatik. Memang ada sebagian ciri-ciri ini tidak begitu menonjol pada sebagian orang karismatik, tetapi hampir semua ciri tersebut mereka miliki.

Pertama, rata-rata mereka memiliki pesona fisik. Mereka rata-rata memiliki wajah yang enak dilihat. Wajah yang enak dilihat bukan berarti harus tampan/cantik. Semakin banyak kebaikan yang diperbuat oleh manusia akan semakin ‘bersinar’ wajahnya. Sebaliknya semakin banyak keburukan yang dilakukan seorang manusia akan membuat wajahnya semakin meng-enek-kan. Tidak percaya? Silakan coba sendiri. Banyak-banyaklah berbuat kebaikan dan jadikan sebagai kebiasaan.

Kedua, orang karismatik punya kebiasaan memakai pakaian yang pantas. Pantas bukan berarti baru dan mahal, tetapi matching-pas. Di antara mereka, ada yang menggunakan baju sederhana, namun tetap matching. Hmmm, gampang-gampang susah sih untuk yang satu ini.
 
Ketiga, gaya bicara orang yang karismatik agak berbeda dengan kebanyakan orang. Rata-rata mereka tenang dalam menguntai kata. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lamban sehingga semua perkataannya dapat diterima dengan baik. Mereka juga menghargai orang yang diajak bicara, tidak melecehkan apalagi menghujat. Walaupun mereka ada yang senang bercanda tetapi hal itu tidak dilakukan dengan berlebihan sehingga tidak menurunkan harga dirinya. Cobalah anda perhatikan orang karismatik di lingkungan anda, bagaimanakah caranya berbicaranya, gerakan tubuhnya, dan caranya menghargai orang lain?

Keempat, sisi yang paling penting dari seorang karismatik adalah, mereka punya track record, rekam jejak yang bersih. Pesona fisik, pakaian, maupun cara bicara tidak ada artinya bila dibandingkan dengan ciri keempat ini. Mereka, orang-orang karismatik itu, tidak pernah melakukan kesalahan fatal secara sengaja yang tidak bisa dimaafkan orang. Jika seorang yang karismatik melanggar sisi track record ini dengan melakukan hal-hal yang sangat kontroversial ia akan kehilangan karisma-nya.

Bagaimana kalau kita punya rekam jejak yang kotor? Tidak ada waktu terlambat. Mulailah sesegera mungkin membuka lembaran baru.

Nah, demikian saja ciri-ciri orang karismatik. Kita bisa mulai membiasakan diri dengan hal di atas. Mudah-mudahan kebiasaan itu bisa menjadi ciri-ciri saya dan Anda!
Sabtu, 23 Maret 2013
Posted by Hendri L Tobing

Kata Sifat Vs Kata Benda

"Kamu bodoh!"
"Kamu malas!"
"Kamu selalu ceroboh."

Apa yang Anda rasakan apabila atasan atau orang tua Anda mengatakan kalimat di atas kepada Anda? Anda bisa stres, kesal, sebal, dan sakit hati. Anda mungkin tidak akan pernah melupakannya.

Mengapa demikian? Kalimat tersebut mengandung "kata sifat" sehingga terkesan menghakimi. Seolah-olah sifat buruk tersebut bersifat abadi dan tak bisa lagi diubah. Sejak zaman dulu, sekarang, bahkan puluhan tahun lagi Anda adalah orang yang bodoh, malas atau sifat lainnya.

Padahal Anda adalah manusia yang pasti bisa belajar dari kesalahannya. Orang bisa berubah. Karena itu, jika Anda menjadi seorang atasan atau orang tua, jangan pernah menghakimi dengan menggunakan kata sifat seperti contoh di atas.

Gunakanlah fakta-fakta berupa kata kerja. Misal: "Akhir-akhir ini kamu sering datang terlambat. Ada masalah apa?" Tentu kalimat ini lebih bijak ketimbang "Kamu malas!".


Selain itu, orang yang ditanya dengan menggunakan kata kerja akan jauh lebih terbuka dan besar kemungkinan untuk mengubah sikapnya menjadi lebih baik. Hubungan dengan orang tersebut juga tetap terjaga.

Jadi saat memberikan masukan, teguran, umpan balik (feedback), lebih baik gunakanlah kata kerja, bukan kata sifat.

Popular Post

Blogger templates

Mengenai Saya

Foto Saya
Ingin selalu hijau dan tumbuh.
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Learn, Unlearn, Relearn -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -